-RESENSI BUKU-
Menyelami Seni Musik Secara Lebih Mendalam dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Seni Musik
Nur Amalia
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Pendidikan Indonesia
Email: nuramalia@student.upi.edu
Judul Buku: Pendidikan Musik Permasalahan dan Pembelajarannya
Nama Pengarang: Julia
Penerbit : UPI PRESS
Kota Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: x, 15,5 x 23 cm + 100 halaman
ISBN: 978-979-3786-38-4
Buku mengenai permasalahan dan pembelajaran dalam pendidikan musik ini memberikan sumber referensi tentang pendidikan musik yang sesungguhnya. Buku yang terdiri dari 9 bab ini menjelaskan mulai dari hubungan manusia dan musik, musik pada diri manusia, pendidikan musik yang terpengaruh oleh sistem kapitalisme, strategi membangun kompetensi guru musik sekolah dasar, strategi pendidikan musik dalam menanamkan kemampuan berpikir kritis, membengun kerja sama kelompok melalui ensemble angklung pada mahasiswa PGSD, penerapan nilai-nilai kearifan local melalui penciptaan lirik lagu dengan menggunakan patokan sekar irama tanda pupuh sunda, pendidikan musik di sekolah dasar dengan implementasi kurikulum 2013, hingga bahasan tentang refleksi pendidikan musik. Hal-hal tersebut dibahas secara tuntas oleh penulis.
Mengawali pemaparannya, Julia, M.Pd. menguraikan tentang manusia dan musik, bahwa music persoalan yang cukup kompleks, di mana music dapat dikaji dan diinterpretasi dari berbagai sudut pandang. Seperti mahzab revalationism yang mempercayai bahwa music berasal dari alam metafisika melalui tabir (draw back the veil) atau pewahyuan, dan mahzab naturalism yang memepercayai bahwa manusia melalui fitrahnya dapat menciptakan musik.
Dalam perkembangannya musik ada yang memandang sebagai suatu yang sakral dan ada pula yang memandang suatu yang profan, hal ini karena musik merupakan suatu yang sangat kompleks. Pada umumnya, musik dipandang sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan vokal dan instrumen. Yang dengan perpaduan diantara keduanya dapat menghasilkan sebuah komposisi musikal, sebagaimana yang sering kita sebut sebagai musik vokal. Dalam musik vokal, komposisi musik yang dihasilkan merupakan sebagai hasil pengolahan terhadap unsur-unsur musik seperi ritmik, tempo atau irama, durasi, interval nada, harmonisasi dan lain-lain.
***
Musik adalah segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan bunyi-bunyian dari instrumen musik dan vokalis. Musik dan manusia tidak akan dapat dipisahkan, bahkan manusia ditakdirkan memiliki dan menjalankan pola irama tertentu, yaitu pola irama detakan jantung. Musik telah menjadi bagian dari manusia, dan menjadi perilaku dalam kehidupan manusia, selama manusia menyadari bahwa hidupnya merupakan bagian dari musik.
Perkenalan dengan musik telah dimulai sejak manusia berada dalam kandungan. Hal ini mengakibatkan setiap individu memiliki potensi musikal yang terkandung dalam dirinya. Setiap individu juga memiliki potensi musikal yang baik, dan dapat berkembang untuk mencapai kesempurnaan musikal, baik secara alamiah maupun dengan cara penyempurnaan tersendiri. Untuk melihat perkembangan musikal pada setiap individu, dapat dikaji dengan melihat dua fenomena. Yang pertama perkembangan musikal secara alamiah dan yang kedua perkembangan musikal dengan pengembangan khusus.
***
Kapitalisme dalam pendidikan musik sangat berpengaruh terdapat dalam proses pendidikan informal, produksi dan publikasi musik, dan dalam lomba nyanyi yang pada saat ini sudah menjadi populer di Indonesia. Kompetensi profesional merupakan salah satu kompotensi dari keempat kompetensi yang wajib dimiliki oleh guru. Kompetensi profesional sangat menekankan pada aspek kemahiran dalam keilmuan yang menjadi bidang keahlian guru.
Kapitalisme juga dapat memberikan dampak negatif terhadap aspek tertentu. Aspek pendidikan pun tak luput terkena dampaknya. Sistem pendidikan saat ini berjalan dengan menggunakan sistem kapitalis. Di mana dalam praktiknya pendidikan selalu dalam hubungan transaksional, yakni memberi dan mengharapkan imbalan serta bertujuan untuk mendapatkan berbagai keuntungan. Begitipun dalam proses atau pelaksanaan ranah pendidikan musik yang tak lepas dari pengaruh kapitalisme.
Musik saat ini telah berubah fungsi, hal ini akibat adanya paham kapitalisme yang merasuk ke ranah industri musik. Yang menganggap bahwa musik merupakan produk yang menjanjikan sehingga tidak memedulikan persoalan musik dan pengaruhnya bagi kalangan anak-anak.
***
Pada saat ini Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam menerapkan guru kelas dinilai kurang efektif dan berkualitas, karena dalam setiap bidang studinya perlu pengkajian yang lebih luas dan kontinyu untuk memperoleh tercapainya pembelajaran yang optimal dan memuaskan. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, semuanya diberlakukan sistem guru bidang studi khususnya untuk bidang musik di Sekolah Dasar, sehingga akan memicu dibukanya program studi PGSD guru musik, dan dengan dikembangkannya kurikulum pada jurusan pendidikan seni musik atau bisa juga dibuat pilihan konsentrasi khusus dalam ilmu pendidikan untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas. Dengan demikian, dapat diperoleh kejelasan perihal calon guru yang sebenarnya memiliki kompetensi profesional atau sesuai untuk mengajar pada jenjang sekolah dasar.
***
Berpikir kritis mengisyaratkan kegiatan berpikir tingkat tinggi yang mengantarkan seseorang untuk mengetahui dengan pasti tentang apa yang harus diyakini dan dilakukannya dengan tepat. Sasaran belajar pendidikan musik adalah aspek pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap, apresiasi, dan kebiasaan. Dalam bermusik manusia juga harus berpikir kritis, berpikir kritis dalam musik dapat diimplementasikan dari keenam aspek berpikir kritis dalam musik yang tersebar melalui indikator-indikator berpikir kritis yang dimulai dari jenjang Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi dengan menggunakan model-model pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan keperluan indikator dari setiap aspeknya. Akan tetapi, dalam penerapannya tidak dapat dilakukan sekaligus pada semua jenjang, karena setiap jejang pendidikan memiliki tingkat kesulitan tersendiri yang berkorelasi dengan tingkat perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis dalam musik terbentuk karena terkondisikan dalam waktu yang relatif lama, sekurang-kurangnya melalui pengasahan di setiap jenjang pendidikan. Maka dari itu, diperlukan pemetaan indikator yang terdapat pada semua aspek kemampuan berpikir kritis terhadap jenjang-jenjang pendidikan.
***
Salah satu aspek penting yang harus perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah menumbuhkan ikatan psikologis antar peserta didik untuk membangun kerjasama kelompok. Banyak metode pembelajaran yang dapat dipilih sebagai upaya pengembangan ikatan psikologis antar peserta didik. Salahsatunya adalah belajar kelompok yang tugasnya harus dikerjakan secara bersama-sama. Akan tetapi, dalam kenyataannya, berdasarkan tumuan di lapangan, bahwa ikatan kerja sama yang dilakukan peserta didik dalam tugas kelompok kurang menumbuhkan ikatan psikologis antar peserta didik. Hal tersebut disebabkan oleh materi belajar kelompok tidak terlalu berat dan tidak menuntut pekerjaan harus diselesaikan secara kelompok sehingga pekerjaan kelompok dapat diselesaikan tanpa berkelompok atau oleh perwakilan kelompok saja dan mengakibatkan peserta didik menyelesaikan tugasnya secara masing-masing sesuai dengan pembagian tuas yang telah ditentukan. Selain itu, hal yang menjadi penyebab metode berkelompok kurang sesuai adalah hasil dari kerja kelompok kurang mempresentasikan kemahiran dan keseriusan setiap anggota kelompok pada saat dilakukan presentasi kelompok. Dengan demikian, maksud dari metode kerja sama tersebut tidak tercapai seperti kesadaran dan kebiasaan untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama serta tidak dapat menumbuhkan ikatan batin di antara sesama anggota kelompok. Praktek dalam pendidikan musik dapat menjadi salah satu alternatif yang dinilai tepat dalam upaya untuk membangun kerjasama dan menumbuhkan ikatan batin kepada sesama anggota kelompok. Salah satu kegiatan pembelajaran seni music yang dapat memberikan hasil tersebut adalah pembelajaran ensemble angklung.
Pembelajaran ensemble angklung sudah terbukti memiliki potensi untuk membangun kerjasama di antara sesama anggota kelompok, bahkan kerja sama meluas dengan kelompok lainnya. Kegiatan ini juga memaksa anggota kelompok untuk bersikap secara serius dalam menyikapi persoalan yang muncul dalam kelompoknya, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab, disiplin, saling menghargai, kesabaran, dan kesadaran kelompok untuk berempati terhadap sesama anggota kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan ikatan rasa di antara sesama anggota kelompok sebagai dampak dari pengolahan ekspresi atau dinamika dalam karya angklung. Dengan demikian, dalam kerjasama kelompok, sikap individu dapat dikatakan sebagai karakteristik kelompok, sehingga kesuksesan kelompok merupakan hasil kesatuan dari sikap individu beserta komitmen dan tanggung jawabnya dalam kelompok.
***
Perubahan zaman memang suatu kondisi yang tidak dapat dihindari baik oleh masarakat pedesaan maupun masarakat perkotaan. Oleh karena itu, pengenalan dan penggalian kearifan lokal dapat dilakukan melalui pembelajaran lagu-lagu tradisional daerah setempat, kepedulian dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan dapat dilakukan melalui karya cipta berupa lirik lgu yang bersumber pada budaya lokal, serta tema beserta makna yang dimunculkan dalam lirik hasil karya mahasiswa antara lain dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan kondisi sosial mereka sehingga ada perbedaan nilai kearifan yang berkembang dalam konsep hidup mereka.
Kondisi tersebut menuntut kemampuan atau kompetensi guru yang baik. Akan tetapi, saat ini kompetensi guru musik di Sekolah Dasar cukup memprihatinkan. Yang berdampak pada pendidikan musik pun belum berada pada jalur yang benar. Pendidikan musik baru dipandang sebatas pendidikan dalam mencetak seniman-seniman. Padahal pendidikan musik lebih mulia dari itu, yaitu sebagai media pendidikan kejiwaan, media penghalusan rasa, dan media menuju pencerdasan pikiran sehingga perasaan dan pikiran manusia dapat bergandengan tangan dan saling mengimbangi satu sama lainnya. Oleh karena itu, dengan bergulirnya kurikulum 2013 dan berubahnya SBK menjadi SBdP, dinilai relatif banyak keterampilan musikal yang diperlukan oleh guru-guru Sekolah Dasar. Dan pembangunan keterampilan musikal tersebut hanya bisa dicapai melalui pembelajaran musik yang benar secara berkesinambungan dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
Dalam proses peningkatan kualitas pendidikan seni terdapat beberapa strategi yang mungkin dapat dikembangkan, yaitu yang pertama adalah sebagai guru yang memiliki multi peran kiranya perlu untuk mengkaji kembali tugas yang dijalankannya sebagai pendidik yang merujuk pada pembinaan dan pengembangan afeksi peserta didik, pengajar yang merujuk pada pembinaan dan pengembangan pengetahuan (intelektual), dan pelatih yang merujuk pada pembinaan dan pengembangan keterampilan (psikimotor) peserta didik. Yang kedua, pendidikan seni merupakan pendidikan dalam rangka menanamkan kehalusan dan keindahan agar menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur serta memiliki kearifan. Oleh karena itu, seharusnya kurikulum pendidikan seni lebih memerhatikan materi yang akan diajarkan, memilik sasaran pada pembentukan dan pengembangan emosi peserta didik sehingga dapat menghasilkan pesrta didik yang berkepribadian baik atau berakhlak baik. Yang ketiga adalah kurikulum pendidikan seni haru disesuaikan dengan adab dan budaya masyarakatnya. Anggapan bahwa budaya sendiri merupakan budaya yang kuni dan ketinggalan zaman harus dihilangkan dalam pandangan peserta didik. Yang keempat adalah memperbanyak apresiasi seni khususnya tentang seni-seni tradisi kepada peserta didik dengan sasaran dapat menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Yang kelima adalah perlu diadakan kegiatan yang banyak menampilkan seni-seni tradisi khususnya di sekolah dengan kemasasn yang menarik agar menarik perhatian perserta didik dan menumbuhkan keinginan untuk mempelajari seni tradisi. Yang terakhir adalah perlunya mengadakan dialog kebudayaan di tingkat perguruan tinggi, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat dengan berkesinambungan dengan melibatkan peserta didik, orang tua, guru seni, dan para seniman atau tokoh seniman. Hal tersebut dimaksudkan sebagai salah satu cara agar seni-seni tradisi dapat terus dilestarikan dan dapat diketahui perkembangannya.
***
Kekurangan dari buku ini, yaitu, pembahasan tiap bab kurang tersusun rapi di mana pembahasan dari bab ke bab kurang ada keterkaitan satu sama lain sehingga membuat pembaca kurang dapat memahami maksud dari isi buku secara keseluruhan.
Namun demikian, kelebihan dari buku ini, yaitu dapat memberikan pembenaran pemahaman tentang hakikat seni yang sesungguhnya serta dapat mengajak para pembaca untuk memahami bahwa seni merupakan bagian dari setiap hidup manusia dan seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Selain itu, buku ini juga memberikan contoh-contoh kekeliruan yang terjadi pada masa ini sebagai bahan untuk melakukan perbaikan dan menghindari terjadinya kembali hal-hal tersebut. Buku ini juga memberikan gambaran tentang kondisi pendidikan seni musik di Indonesia secara nyata dan sesuai dengan fakta yang ada.
***
REFERENSI:
Julia. (2014). Pendidikan Musik Permasalahannya dan pembelajarannya. Bandung: UPI Press

Tidak ada komentar:
Posting Komentar